Sekolah Gelar SAPPA KARAKTER: Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Penguatan Karakter dan Persiapan Masa Depan Siswa

Sebagai tindak lanjut hasil Rapor Pendidikan yang menunjukkan bahwa indikator karakter, khususnya aspek kemandirian, masih perlu ditingkatkan, sekolah menyelenggarakan kegiatan SAPPA KARAKTER (Sosialisasi dan Aksi Penguatan Pendidikan Karakter) pada Jumat-Sabtu, 22-23 Agustus 2025.

Kegiatan ini ditujukan khusus untuk wali murid kelas 8 dan kelas 9 sebagai mitra strategis sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Hadir sebagai narasumber adalah Ibu Anik Widayanti, S.Psi., M.Psi., Psi., seorang pakar di bidang parenting dan pembentukan karakter remaja.

Pemaparan Materi Utama

Dalam kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan materi berjudul:
“Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyimpangan Perilaku Remaja”.

Materi ini mengupas berbagai aspek penting, di antaranya:

  • Faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang pada remaja, mulai dari pengaruh lingkungan, pergaulan, hingga media digital.
  • Pentingnya komunikasi hangat dan konsisten antara orang tua dan anak.
  • Cara orang tua membangun kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta regulasi diri anak.
  • Peran sekolah dalam menciptakan budaya positif, menanamkan nilai karakter, dan mendampingi siswa agar tumbuh menjadi pribadi mandiri.

Dalam penjelasannya, psikolog menyampaikan,
“Remaja tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga kepercayaan. Orang tua perlu hadir sebagai sahabat yang bisa diajak berdialog, sekaligus sebagai teladan yang konsisten. Sinergi orang tua dan sekolah adalah kunci untuk mencegah penyimpangan perilaku sekaligus membangun karakter positif pada anak.”

Diskusi interaktif berjalan hangat, di mana banyak orang tua mengajukan pertanyaan seputar tantangan dalam mendampingi anak remaja. Narasumber memberikan berbagai solusi praktis yang bisa diterapkan di rumah, sehingga anak memiliki bekal sikap dan karakter yang kuat.

Informasi Khusus untuk Wali Murid Kelas 9

Selain penguatan karakter, kegiatan ini juga memberikan pemaparan khusus bagi wali murid kelas 9 terkait:

  • Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan diberlakukan mulai tahun 2026, sebagai salah satu instrumen penting dalam seleksi masuk SMA/SMK.
  • Perubahan regulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025, yang akan menjadi gambaran untuk pelaksanaan SPMB tahun 2026.

Melalui penjelasan ini, diharapkan orang tua dan siswa kelas 9 dapat mempersiapkan diri lebih dini, baik secara akademik maupun nonakademik, sehingga transisi ke jenjang pendidikan berikutnya berjalan lancar.

Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Kepala sekolah dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua:
“Penguatan karakter anak tidak bisa dilakukan hanya di sekolah. Peran orang tua dalam mendampingi, membimbing, dan memberi teladan sangat menentukan. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.”

Hasil Kegiatan

Melalui kegiatan SAPPA KARAKTER ini, diperoleh beberapa hasil penting:

  1. Peningkatan pemahaman orang tua mengenai strategi parenting yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.
  2. Terbangunnya kesadaran bersama bahwa pembentukan karakter adalah tanggung jawab sekolah dan keluarga.
  3. Wali murid kelas 9 lebih siap menghadapi TKA 2026 dan regulasi baru SPMB.
  4. Komitmen kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan siswa dalam menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.

Dengan kegiatan ini, sekolah berharap seluruh wali murid semakin peduli dan aktif mendukung program penguatan karakter siswa, sehingga anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral dan siap menghadapi tantangan masa depan.

#SMPN2Probolinggo #SperoJoss #KarakterMandiri


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *