Kelas 7 SMP Negeri 2 Probolinggo Eksplorasi “Batik Spero” Lewat Kunjungan ke Taman Wisata Studi Lingkungan

Sabtu, 20 September 2025. SMP Negeri 2 Probolinggo kembali menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran (mindfull), bermakna (meaningfull), dan menyenangkan (joyfull) melalui kegiatan kokurikuler. Kali ini, kelas 7 mengikuti proyek bertema “Batik Spero”, yang bertujuan menghubungkan kreativitas murid dalam seni batik dengan kecintaan terhadap lingkungan sekitar.

Pada hari ini, murid kelas 7 melakukan kunjungan ke Taman Wisata Studi Lingkungan Kota Probolinggo. Di sana, mereka melakukan pengamatan langsung terhadap berbagai jenis flora dan fauna yang ada. Pengalaman lapangan ini menjadi momen belajar yang bermakna, karena murid tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat secara nyata keanekaragaman hayati yang perlu dijaga kelestariannya.

Melalui pengamatan tersebut, murid diajak untuk memahami pentingnya konservasi flora dan fauna. Lebih dari itu, mereka juga diarahkan untuk menjadikan keindahan alam sebagai inspirasi dalam berkarya. Bentuk daun, warna bunga, maupun corak hewan dapat menjadi gagasan segar bagi murid dalam merancang motif dan warna batik khas “Batik Spero” yang akan dibuat pada tahap berikutnya.

Salah satu murid menyampaikan kesannya:
“Saya baru sadar kalau motif batik bisa terinspirasi dari alam sekitar. Tadi saya lihat bentuk daun unik, langsung terbayang bisa jadi pola batik yang menarik.”

Murid lain menambahkan:
“Belajar di luar kelas membuat saya lebih semangat. Rasanya menyenangkan bisa jalan-jalan sambil belajar, apalagi tahu kalau hasil pengamatan kami akan jadi batik karya sendiri.”

Kepala SMP Negeri 2 Probolinggo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus mengasah kreativitas murid. “Batik bukan hanya karya seni, tapi juga media untuk menyampaikan pesan. Dengan mengangkat flora dan fauna lokal sebagai motif, murid belajar mencintai alam sekaligus melestarikan budaya bangsa,” ungkapnya.

Dengan demikian, proyek “Batik Spero” bukan sekadar aktivitas membatik, melainkan proses belajar mendalam yang mengintegrasikan seni, lingkungan, dan budaya. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap murid tumbuh menjadi generasi yang kreatif, peduli lingkungan, sekaligus bangga pada identitas budaya lokal.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *